26 C
Indonesia
Tuesday, September 29, 2020

Siapa Sih yang Pinjam Seribu Rupiah di Fintech? Ternyata Ada Lho!

TOTAL POSITIF

282.724

ORANG

Positif

TOTAL SEMBUH

210.437

ORANG

Positif

MENINGGAL

10.601

ORANG

Positif

Sumber Data: Kementerian Kesehatan & JHU. Baca informasi lebih lengkap. Melalui API Kawal Corona

BeriMode – Seberapa terpaksanya sih kita sampai bisa pinjam seribu Rupiah di fintech atau pinjaman online? Kalau masih sesama teman ketika kurang bayar gorengan masih sangat bisa dimaklumi. Nah ini dilakukan di fintech. Kira-kira apa ya penyebabnya? Terkuak sudah misteri pinjaman seribu Rupiah ini.

Usut punya usut, ternyata memang ada fintech P2P lending yang memberikan pinjaman dengan nominal minimal Rp 1.000 bagi para penggunanya. Lalu digunakan untuk apakah Rp 1.000 tersebut? Nilai yang cenderung kecil.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti dikutip dari CNBC Indonesia, pada bulan Maret 2020, pinjaman terendah di startup pinjaman online adalah sebesar Rp 1.716. Tak hanya pada bulan tersebut, pinjaman dengan nilai seribu rupiah ini juga kerap terjadi pada bulan-bulan sebelumnya.

Misalnya adalah pada bulan-bulan dibawah ini.

  • September 2019 pinjaman terendah Rp 1.555
  • Oktober 2019 pinjaman terendah Rp 1.137
  • November 2019 pinjaman terendah Rp 1.200
  • Desember 2019 pinjaman terendah Rp 1.020
  • Januari 2020 pinjaman terendah Rp 1.210
  • Februari 2020 pinjaman terendah Rp 1.110

Seperti dikutip pada Kamis (7/5/2020) via CNBC Indonesia.

Menurut penelusuran CNBC Indonesia, salah satu fintech yang menyediakan nominal kecil tersebut adalah fintech Findaya. Findaya bekerjasama dengan Gojek dengan menawarkan  layanan pinjaman PayLater yang dimulai dari nominal seribu Rupiah.

Ooh, ternyata untuk topup saldo Gopay! Pantesan ya nilainya kecil sekali. Contoh kasusnya sebagai berikut.

Misalnya, seorang pengguna Gojek akan menggunakan jasa Gojek dengan nilai Rp 14.000 namun ternyata saldo Gopay hanya tinggal Rp 13.000. Nah, disini pengguna dapat menggunakan layanan PayLater Findaya dengan top up sebesar Rp 1.000.

Pinjaman bermasalah meningkat

Sebagai informasi saja, secara nasional, akumulasi penyaluran pinjaman oleh startup pinjaman online sudah menembus angka Rp 102,53 triliun. Angka tersebut naik sekitar 208,83% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan data per 30 Maret 2020.

Namun ternyata dibalik peningkatan tersebut, pinjaman bermasalah persentasenya juga naik dari bulan ke bulan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

  • Desember 2018 tingkat pinjaman bermasalah 1,45%
  • Desember 2019 tingkat pinjaman bermasalah menjadi 3,65%
  • Maret 2020 tingkat pinjaman bermasalah meningkat menjadi 4,22%.

Dari data OJK terlihat bahwa pengguna terbanyak dengan persentase hampir 70% berasal dari kaum milenial, dengan usia 19-34 tahun dan kebanyakan dari mereka adalah laki-laki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

New Normal, Ini Syarat Kalau Mau Traveling Keluar Kota

Persyaratan standar yang harus dipenuhi oleh setiap orang adalah menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

PLN Batam Berikan Keringanan Pembayaran Tagihan, Bisa Dicicil Selama 9 Bulan

Berimode - Batam, PLN Batam memutuskan memberikan keringanan kepada pelanggan yang mengalami kesulitan dalam membayar tagihan rekening listrik bulan  juni 2020, Keputusan penyelesaiannya diambil...

Batam Bintan Blackout, Ini Kata PLN

BeriMode - Sekitar pukul 19.30 tadi malam (4 Juni 2020), terjadi listrik padam di Batam dan Bintan. Setelah dilakukan survey di salah satu group...

HOTMinggu ini
Artikel Paling Populer